Limbah Flow meter ( lanjutan )


Flow Meter Limbah

Dengan adanya keausan pada komponen turbine flow meter tersebut karena adanya gesekan putar menyebabkan akurasi flow meter menjadi tidak sesuai dengan yang diinginkan dan biasanya langkah yang dilakukan adalah dengan mengganti turbine kit nya dari impeller, bearing, bushing dan shaft rotor. Penggantian ini akan rutin dilakukan tergantung dari life time dari komponen spare part flow meter yang berdampak pada tingginya maintenance cost.

Apabila kerusakan dari flow meter jenis woltman ini hanya mengakibatkan keusan mungkin masih kurang di perhatikan oleh para pengguna flow meter karena adanya rutinitas kalibrasi dari badan yang berwenang. Hal yang paling menghawatirkan pada penggunaan flow meter turbine adalah kondisi air sungai yang kotor karena banyak mengandung sampah, rumput, lumpur dan pasir walupun sudah diberi filter. Biasanya ada faktor yang menyebabkan kerusakan paling fatal  dan paling banyak ditemui yaitu adanya plastik, rumput, kertas, partikel sampah yang kecil dan halus atau sampah lain yang menempel dan terlilit pada shaft impeler dimana bisa mengakibatkan flow meter menjadi macet yang selanjutnya dapat membuat indicator volumetric macet dan sementara air tetap mengalir tanpa adanya perubahan indikasi volumetric pada flow meter tersebut.

Karena itu dalam langkah menentukan jenis flow meter sangat penting sekali, yang berhubungan dengan kondisi dilapangan, dimana jenis fluida yang diukur dan posisi installasi harus  tepat agar umur dari flow meter tersebut sesuai dengan yang telah ditentukan oleh manufacture. Untuk kasus Fluida yang sangat kotor dan banyak kotoran tentunya flow meter yang cocok adalah jenis flow meter yang tidak mempunyai kontak atau tidak ada komponen yang bergerak dalam flow meter karena adanya arus aliran fluida. Ada beberapa jenis flow meter yang yang tidak mempunyai komponen yang kontak dengan fluida namun tidak bergerak seperti Ultrasonic Flow Meter dan Electromagnetic flow meter.


Dua jenis flow meter ini menggunakan sensor yang installasi nya cukup ditempel pada sisi luar atau dalam dari pipa sensor. Bahkan untuk Installasi flow meter pada ukuran pipa yang besar dan menurunkan biaya installasi bisa juga menggunakan sistem insertion flow meter seperti yang dimiliki oleh jenis electromagnetic dan ultrasonic dengan cara installasi cukup pipa yang akan dipasang sensor dilubangi sesuai dengan aturan yang syaratkan. Aktifitas yang hanya melubangi pipa tentunya memerlukan biaya  lebih murah dan waktu installasi yang lebih singkat dibandingkan dengan sistem instalasi sensor yang mengunakan flange dimana harus memotong pipa.

Jika Masalah waktu installasi tidak dimiliki sama sekali maka jenis flow meter yang cocok adalah jenis installasi dengan sistem CLAMP ON dimana sensor hanya dipasang dengan menggunakan clamp pada sisi luar pipa. Jenis flow meter ini dimiliki oleh jenis ultrasonic flow meter. Sistim clamp on ultrasonic flow meter ini dalam installasinya ada bebrapa persyaratan yang harus dipenuhi seperti dimeter pipa, ketebalan pipa dan posisi jarak tranducer agar tercapai akurasi yang dipersyaratkan oleh manufacture. Bahkan untuk jenis flow meter yang digunakan sebagai fungsi untuk mengetahui laju debit fluida atau kapasitas flow rate dari fluida yang mengalir dalam pipa dan tidak perlu digunankan untuk mengukur hasil fluida yang mengalir untuk inspeksi bisa juga digunakan Portable flow meter jenis ultrasonic. 

Share this article :

Posted by: rudy wiratama

wiratama Updated at: 06.32


 
Support : Rudy Wiratama | Johnytemplate
Copyright © 2010. Wiratama flow meter and technical part stock - All Rights Reserved
Template Created by. Creating Website Modified by Rudy Wiratama
Proudly powered by Blogger