Cara Installasi Ultrasonic Clamp On Flow Meter - Wiratama flow meter and technical part stock

Breaking

29.9.15

Cara Installasi Ultrasonic Clamp On Flow Meter

Ultrasonic Flow meter merupakan flow meter yang mempunyai dasar kerja pada suara ultra, dimana sensor suara ini bekerja pada sensor yang disebut dengan istilah transducer. Ada dua jenis flow meter ultrasonic yang cukup dikenal luas yaitu system transit time dan sistim doppler.

Dalam hal installasi ultrasonic flow meter ini ada beberapa cara installasi yaitu system inline dimana pipa harus dipotong dan sensor ultrasonic di pasang dengan menghubungkan pipa yang telah dipotong baik dengan flange maupun ulir. Untuk system pemasangan ini perlu diperhatikan jenis flange atau ulirya dimana disesuaikan dengan standrt dari masing masing pengguna di lapangan. Begitu juga mengenai besaran presssure juga harus disesuiakan dengan pressure pompa yang mengalirkan cairan.
 

Sedangkan jenis kedua yaitu Insertion dimana Sensor ultrasonic flow meter atau transducer dipasang pada pipa yang telah dilubangi dengan mengelas fitting transducer pada permukaan pipa. Pada Proses ini diperlukan kehati2an dan ketepatan agar posisi pengelasan tidak bergeser dan sudut transducer benar-benar tepat sesuai yang disyaratkan. Pada pengecekan sudut trnasducer saat setelai pengelasan fitting perlu di ukur lagi agar saat memasukan parameter ke transmitter ultrasonic flow meter tidak terjadi penyimpangan.


Sedangkan jenis ketiga adalah installasi dengan sistem clamp on, dimana transducer yang merupakan sensor ultrasonic di tempelkan di permukaan pipa dimana pipa tidak perlu di potong atau di lubangi ( non destructive) dengan cara di ikat atau di clamp sehingga transducer menempel dengan baik di permukaan pipa.

Sebelum memasang sensor ada beberapa parameter an harus di masukans eperti dimeter pipa, ketebalan pipa, jenis material pipa, jenis cairan dan jarak sensor. Namun yang perlu diperhatikan pertama sebelum menentukan parmeter tersebut adalah lokasi atau posisi pemasnagan transducer ultrasonic flow meter pada pipa. Dimana lokasi ini harus memenuhi syarat syarat upstream dan down stream agar kekuatan signal dari ultrasonic flow meter dapat memenuhi standart perhitungan flow cairan.

Kesalahan Penentuan lokasi pemasangan transuder akat berakibat fatal pada kekuatan signal yang berakibat akurasi pembacaan akan besar penyimpangannya bahkan bisa menuju ke error.

Setelah semua parmeter dimasukan dengan benar pada transmitter ultrasonic flow meter maka perlu dilakukan pengecekan kekuatan signal apabila signal yang didapatkan cukup bagus maka kita bsia mengunci semua parameter agar idak berubah khususnya saat listrik mati.


Untuk ultrasonic flow meter ini biasanya dapat langsng ditampilkan pada pembacaan velocity, flow rate dan totalizer. Sedangkan units parameter bisa disetting baik menggunakan satuan metric maupun english dengan satuan unit liter, m3. gallon, barrel dan sebaigainya begitu juga untuk waktu bisa di tetting ke second, minute, haour ataupun day tergantug pada kebutuhan di lapangan.

Berikut langkah langkah yang perlu dilakukan dalam instalasi  jenis  transit time ultrasonic flow meter dengan transducer model clamp on sebagai berikut :
  • Pada dasarnya semua jenis ultrasonic flow meter membutuhkan data dari ukuran pipa, tebal pipa, jenis pipa, jenis cairan dan juga mungkin data liner jika dlam pipa dilapisi liner. Untuk jenis Inline flow meter biasanya dari manufacture ukuran dan jenis pipa sudah di input saat flow meter dikirim. Lain halnya untuk jenis Clamp on, Portable atau insertion transducer data data diatas harus dimasukan secara manual pada transmitter ultrasonic flow meter.
  • Data – data yang dibutuhkan adalah diameter luar pipa, tebal pipa, jenis material pipa serta jenis cairan. Jika jenis material pipa dan jenis cairan tidak tersedia pada menu tranmitter ultrasonic maka sebaiknya dipilih menu lainnya dan kita harus memasukan sound of velocity dari material pipa serta memsukan viscosity cairan dan sound of velocity dari cairan yang akan diukur.
  • Selanjutnya kita bisa menentukan jenis pemasangan transducer baik yang sejajar maupun yang posisinya bersebrangan dan ini tergantung tingkat kesulitan pemasangan calamp on nya.
  • Mengenai jarak transducer bisa dihitung manual atau bisa juga dilihat pada menu yang tersedia di ultrasonic transmitternya.
  • Setelah kita memasukan semua data maka kita bisa melakukan setting satuan pengukuran, setting out put baik itu menggunkan out put pulse, analog Output ( 4-20 mA) maupun comunication RS232 atau RS485.
  • Untuk jenis dan manufacture ultrasonic flow meter tertentu biasanya di sedikan data logger baik itu berupa memory internal maupun external berupa SD card. Dengan adanya memory ini kita bisa mengirim data flow rate, Volume , Velocity secara berkala sehingga kita bisa langsung download data tersebut ke komputer atau laptop.
  • Saat selesai memasukan semua data dan sebelum running sebaiknya dilakukan reset data pada memory internal dan melakukan penyimpanan data sehingga saat listrik mati data tidak berubah.
  • Setelah reset dilakukan maka perlu melihat kwalitas signal pada menu yang tersedia dan jika signal menunjukan pembacaan yang bagus sesuai dengan yang di syaratkan selanjutnya kita bisa meneruskan dengan pemasangan trasnmitter ke panel box, melindungik kabel dengan conduit dan hal lainya yang di perlukan.




Berikut ini jenis flow meter yang banyak di gunakan di berbagai dunia industri :

Flow Meter Portable

  • Flow meter portable mulai terkenal saat dikenalkanya flow meter jenis ultrasonic dimana cara penggunaan dan instalasinya cukup mudah dan cepat serta  dapat dibawah kemana mana.
  • Portable flowmeter ini menggunakan jenis clamp on flow meter dimana sensor atau sering di sebut dengan transducer ultrasonic cukup di clamp pada permukaan luar pipa, Karena prosesn insatlasi tanpa memotong pipa atau melubangi pipa maka biaya instalasi dari flow meter clamp on sangat murah dan cepat.
  • Untuk jenis flow meter portable biasanya di lengkapi dengan data logger vaik itu secara internal maupun external dan untuk power karena sifatnya portable biasanya menggunakan battery yang bisa di charge dan umumnya battery mampu bekerja pada waktu cukup lama diatas 5 jam.
  • Info lebih lanjut product portable flow meter silahkan click

Clamp on Ultrasonic Flow Meter

  • Flowmeter ultrasonic merupakan tipe flow meter yang cara kerjanya mengukur kecepatan aliran fluida dengan menggunakan ultrasound sehingga dengan perhitungan volume yang mengalir bisa terbaca di transmitter ultrasonic.
  • Dengan menggunakan sensor ultrasonik atau sering disebut transducer ultrasonic flowmeter dapat mengukur kecepatan rata dari aliran fluida dalam pipa dengan cara mengukur rata rata perbedaan waktu antara waktu pengiriman signal dan penerimaan signal dengan arah aliran.
  • Info lebih lanjut product clamp on ultrasonic flowmeter silahkan click

Flowmeter Mass Flow Coriolis

  • Flowmeter coriolis adalah jenis flow meter yang secara teori menghitung kekuatan gaya/tenaga akibat adanya osilasi suatu sensor yang dilewati cairan dengan menggunakan perhitungan coriolis yang di konversi ke suatu aliran massa.
  • Coriolis flow meter secara real mempu menghitung massa aliran sehingga perubahan temperature dari aliran tidak banyak berpengaruh. Begitu juga persolan perubahan aliran karena instalasi atau sebab lain yang berakibat aliran tidak laminer serta terjebaknya udara atau gas dalam aliran tidak memeengaruhi akurasi. Berbeda dengan sifat flow meter yang menghitung volume dimana mass flow meter bisa mengabaikan berat dari udara atau gas yang terjebak dalam aliran.
  • Info lebih lanjut product  coriolis mass flow meter silahkan click

Flow Meter Electromagnetic

  • Flowmeter electromagnetin yang sering disebut magnetic flow meter atau magmeter merupakan jenis flow meter yang cara kerjanya menggunakan hukum faraday. Karena sifat kerjanya seperti itu maka magnetic flow meter hanya bisa kerja pada cairan yang mempunyai konduktifitas pada tingkatan tertentu dan umumnya pada kisaran minimal 20 micro siemens
  • Info lebih lanjut product  Electromagnetic flow meter silahkan click 
Variable Area Flow Meter

Flow Meter Open Channel 

  • Open channel flow meter adlah flow meter yang dapat diaplikasikan untuk mengukur aliran pada sistem saluran terbuka seperti pada kanal, sungai atau parit.
  • Pada dasrnya flow meter open chanel ini menghitung kecepatan aliran dengan mempertimbangkan ketinggian permukaan. Untuk pengukuran kecepatan aliran bisa menggunakan transittime flow meter atau Magnetic flow meter. Sedangkan untuk ketinggian permukaan aliran menggunakan ultrasonic level sensor
  • Penggabungan velociti dengan luas penampang bisa menghasilkan kapasitas aliran atau flow rate aliran dalam kanal.
  • Info lebih lanjut product  Open Channel Flow Meter silahkan click Product open channel flow meter 
wuf100-j-e1504262095990