Jenis Flow Meter Magnetic serta Pengaplikasiannya - Wiratama flow meter and technical part stock

Breaking

8.11.18

Jenis Flow Meter Magnetic serta Pengaplikasiannya


Jenis flow meter magnetic

Semua Jenis dan tipe flow meter magnetic hanya bisa di aplikasikan pada cairan yang mempunyai konduktivitas. Cairan Yang mempunyai konduktivitas bisa berupa cairan lumpur, air bersih, cairan kimia , minuman dan lainnya.

Flow meter magnetic merupakan jenis flow meter untuk air yang paling banyak digunakan karena nggak ada komponen yang berputar sehingga tidak macet.
Berdasarkan cara instalasi flow meter magnetic dapat di golongkan sebagai berikut :
  • In Line flow meter magnetic
  • Insertion magnetic flow meter

In Line Flow Meter Magnetic

Jenis Flow meter magnetic in line merupakan jenis flow meter yang cara instalasinya sejalur dengan pipa. Dimana cara instalasinya dengan memotong pipa kemudian flow meter magnetic dipasang dengan koneksi tergantung sesuai desain engineering.

Jenis Flow meter magnetic inline mempunyai koneksi yang bisa disesuaiakan dengan permintaan dan umumnya ada 3 jenis koneksi yaitu koneksi flange, ulir dan wafer. Untuk koneksi flange bisa dipilih JIS, PN dan ANSI, sedangkan clas pressure juga bisa di pilih kelas 5 bar, clas 10 bar, clas 20 bars dan seterusnya disesuaikan dengan maksimal pressure cairan dalam pipa.

Sedangkan material koneksi disesuaiakan dengan karateristik cairan ada yang menggunakan carbon steel, stainless steel atau PVC. Untuk koneski model ulir biasanya diaplikasikan pada size kecil dengan maksimal size 2″ dan ini pun agak jarang manufacturer yang memproduksinya.

Untuk Koneksi wafer flow meter magnetic biasanya mempunyai harga yang agak ekonomis dan tidak terkait dengan jenis flange. Karena sifat dari koneksi wafer ini tergantung pada baut yang menjadi penjepit wafer sehingga flow meter bisa diinstal dengan baik. Jenis koneksi wafer  mempunyai kelemahan pada tingkat instalasi dalam mencari titk center dimana diharap[kan posisi electrode harus benar tegak lurus.

Magnetic flow sensor

Komponen flow meter magnetic ada dua bagian  yaitu magnetic flow sensor dan magnetic flow transmitter atau converter magnetic. Untuk flow sensor magnetic terdapat beberapa komponan sesuai dengan jenis dan model flow meternya. Jenis Flow sensor ini biasanya menjadi acuan size flow meter dengan koneksi disesuaikan kondisi lapangan apakah menggunakan flange, ulir atau lainya.
Komponen flow sensor magnetic ini terdiri dari :
  • Flow tube
  • Liner
  • Electrode sensor
  • Flange
  • Housing flow tube
Komponen flow sensor magnetic utama adalah electrode yang berfungsi sebagai sensor guna menciptakan induksi electric sesuai dengan hukum farady. Electroda magnetic sensor ini bisa menggunakan bahan yang paling standart yaitu SUS316L atau hastalloy atau titanium. Pemilihan jenis material electrode ini disesuaikan dengan aplikasi dan jenis cairan serta spesifikasi lainnya.
Komponen magnetic flow sensor kedua adalah liner, bahan material liner bisa berupa rubber, teflon, PTFE, polyurethan atau cramic. Pemilihan jenis material liner didasarkan pada temperature cairan, maksimal pressure dan tingkat keabrasifan cairan.

Untuk jenis cairan pada proses makanan, minuman dan obat obatan hendaknya menggunakan linet yang punya kelas food grade. Sedangkan cairan yang panas  hingga temperature 160 derajat celsius mengunakan material teflon atau PTFE. Kunci utama dari pemilihan material adalah karakteristik dari cairan, temperature dan pressure.

Magnetic flow Transmitter atau Converter

Bagian kedua dari komponen flow meter magnetic adalah flow transmitter atau converter yang berfungsi menerjemahkan signal electrode kedalam hitungan kecepatan dan lainya. Dari converter terrsebut  bisa ditampilkan angka ke display serta memberikan ouput lainya. Magnetic flow converter ini biasanya hanya terbagi dalam bentuk menyatu dengan magnetic flow sensor atau terpisah, yang istilah dilapangan adalah compact/integral atau remote/split.

Flow transmitter berfungsi untuk mendeteksi dan membaca kecepatan aliran atau velocity sesuai dengan hukum faraday. Satuan pembacaan pada flow transmitter ini bisanya berupa units  jarak per waktu, debit air flow rate dengan satuan unit volume per waktu serta total volume.
Magnetic flow transmitter juga bisa memberikan outpput berupa arus 4 - 20 mA, Pulse, Alarm dan juga komunikasi RS485. Pada kasus tertentu magnetic flow meter mampu menyajikan mass flow yang mengalir  dengan memasukan berat jenis dari cairan.

Pada perhitungan besaran energy pada sitem pemanas atau pendingin seperti chiller flow meter magnetic bisa dikombinasi dengan temperature. Dengan menggabungkan sensor temperature maka magnetic flow transmitter bisa menyajikan heat energy dengan satuan energy joule.  Perhitungan heat energy ini sering diaplikasikan padasistem HVAC  atau Chiller pada penggunaan AC atau cold storage.
Flow meter air jenis magnetic ini umumnya dioperasikan dengan power AC dari 90 VAc hingga 240 VAc, power DC dari 12 VDc hingga 36 VDc. Tersedia juga dengan penggunaan Battery yang mampu bertahan hinggga 2 tahun – 5 tahun. Begitu juga output bukan saja pembacaan di display tapi juga memberikan analog output 4 – 20 mA, Pulse, alarm dan comunication RS485. Jadi cukup lengkap bagi kita yang menginginkan hasil pengukuran flow sensor jika di hubungkan ke control, komunikasi ke komputer atau data logger.

Insertion flow meter magnetic

Flow meter magnetic Insertion merupakan flowmeter yang cara instalasinya dilakukan dengan melubangi pipa kemudian di pasang fitting dan dilanjutkan dengan memasukan sensor magnetic sensor kedalam pipa.

Jenis flow meter magnetic type insertion ini merupakan jawaban bagi siapapun yang merasa flow meter magnetic sangat mahal khususnya untuk size besar.