Cara Kerja Flow Meter Elektromagnetik - Wiratama flow meter and technical part stock

Breaking

29.3.18

Cara Kerja Flow Meter Elektromagnetik

Flow meter elektromagnetik menggunakan Induksi Elektromagnetik pada Hukum Faraday untuk mengetahui karakteristik aliran air di dalam pipa. Pada flow meter elektromagnetik, medan magnet dihasilkan dan di arahkan ke dalam air yang mengalir pada pipa. Berdasarkan Hukum Faraday, cairan yang memiliki konduktifitas yang mengalir melalui suatu medan magnet akan menyebabkan sinyal listrik yang akan di deteksi oleh elektroda flow meter yang terletak pada dinding pipa. Ketika cairan bergerak lebih cepat, maka aliran listrik yang dihasilkan juga akan dihasilkan. Hukum faraday menjelaskan bahwa kecepatan cairan berbanding lurus dengan voltase listrik yang dihasilkan. Transmitter elektronik inilah yang nantinya akan membaca sinyal voltase untuk menunjukkan besarnya aliran air.

 

Berbeda dengan flow meter jenis lain, sensor flow meter elektromagnetik ini bekerja secara simultan dengan kecepatan aliran, dengan kata lain bekerja secara langsung. Sehingga, turn-down ratio flow meter elektromagnetic bisa mencapai 20:1 tanpa mengurangi akurasi. Data menunjukkan bahwa sekitar 23% flow meter di dunia ini menggunakan flow meter berjenis elektromagnetik ini

Keungulan dan Kelemahan

Tingkat akurasi Flowmeter Elektromagnetik ini berada peringkat tengah apabila dibandingkan dengan Flow Meter jenis lainnya, sehingga sangat cocok digunakan pada material fluida yang tidak terlalu mahal. Flow meter ini juga tepat diaplikasikan untuk air limbah. Flow meter jenis ini biasanya memiliki ukuran diameter yang besar dan ketika dipakai tidak akan mengurangi tekanan fluida. Proses pengkuran flow meter ini juga tidak akan terganggu oleh kotoran yang ada pada air limbah dan air pekat, sehingga bisa dikatakan flow meter magnetic ini sangat handal di hampir semua jenis cairan. Namun flow meter ini  tidak bisa dipakai untuk cairan yang tidak konduktif, semisal minyak dan oli. Selain itu flow meter ini juga tidak bisa digunakan untuk mengukur flow rate pada gas dan uap.

Flowmeter Elektromagnetik tidak menghalangi jalannya aliran, sehingga bisa digunakan pada hampir semua jenis cairan, cocok digunakan untuk cairan yang kotor, pekat, mengandung sampah, mengandung muatan partikel padat bahkan cocok juga untuk cairan lumpur atau adukan semen dan bubur kertas serta cairan lainnya. Flowmeter elektromagnetik hanya bisa digunakan pada cairan yang memiliki konduktifitas, sehingga hidrokarbon dan gas tidak bisa diukur dengan teknologi ini karena ketidakkonduktifan dan sifat bendanya. Flow meter elektromagnetik ini sangat sering ditemukan digunakan pada air limbah, pertambangan, proses mineralisasi, industri energi, pulp dan kertas, industri kimia, industri metal, dan obat-obatan.



Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengoperasian flowmeter elektromagnetik

Jangan gunakan flow meter elektromagnetik pada cairan yang memiliki konduktifitas cairan dibawah yang telah ditentukan karena akan menghentikan proses pembacaan flowmeter. Sediakan jarak untuk mengganti komposisi cairan dalam kondisi sedang beroperasi. Pada aplikasi tertentu, flowmeter elektromagnetik sanggup menghitung kecepatan cairan yang bisa mencapai 2-3 meter perdetik.

Untuk penggunaan flowmeter elektromagnetik pada cairan yang pekat dan kental, pastikan bahwa kemampuan flowmeter elektromagnetik anda mampu beroperasi diatas kecepatan yang benda mampu bisa tanggani (biasanya 1 ft/sec), untuk menghindari penyumbatan pipa yang akan berakibat pada proses pengukuran flowmeter. Sedangkan penggunaaan pada material yang bersifat kasar, biasanya akan diatur untuk beroperasi pada kecepatan yang rendah (biasanya dibawah 3ft/sec) untuk mengurangi kerusakan yang diakibatkan oleh gesekan. Masalah-masalah semacam ini berdampak pada perubahan jangkauan flowmeter itu sendiri, jadi kapasitas, jenis, dan ukurannya akan sedikit berbeda apabila dibandingkan dengan penggunaan flowmeter elektromagnetik pada air bersih.

Teknologi flowmeter yang paling mirip dengan flowmeter berjenis elektromagnetik ini yang bisa menghandle jenis cairan yang serupa adalah vortex shedding. Karena sama-sama bisa menangani partikel yang ringan, punya pressure drop yang tinggi, rangeability lebih rendah, dan keakuratan yang sedikit lebih rendah dari pada flow meter elektromagnetik ini.